Saat Mati Listrik Melanda, Semua Kegiatan Terhambat

Saat Mati Listrik Melanda, Semua Kegiatan Terhambat

Masalah listrik

Masalah listrik atau yang biasa dikenal dengan istilah blackout, blackout, atau blackout, adalah kondisi dimana tidak terdapat suplai listrik di suatu area.

Penyebab teknis dari pemadaman listrik dapat mencakup kerusakan gardu induk, kabel rusak atau bagian lain dari sistem distribusi, korsleting (korsleting), atau beban berlebih. Kegagalan daya dibagi menjadi beberapa bagian.

Listrik mati karena kerusakan permanen atau kesalahan permanen. Pemadaman listrik ini merupakan pemadaman yang disebabkan oleh listrik mati yang besar yang biasanya disebabkan oleh gangguan / kerusakan pada saluran listrik.

Pemadaman atau pemadaman listrik sementara. Brownout adalah istilah untuk pemadaman listrik yang terjadi karena penurunan tegangan pada catu daya listrik. Brownout dapat menyebabkan kinerja peralatan yang buruk atau bahkan pengoperasian yang salah.

Kegagalan daya total atau pemadaman listrik. Blackout adalah sebutan untuk pemadaman listrik yang terjadi karena kehilangan total daya di suatu area dan merupakan bentuk pemadaman listrik paling parah yang dapat terjadi.

Pemadaman listrik ini sering terjadi akibat kerusakan langsung pada genset, sehingga pembangkit sulit pulih dengan cepat.

Pemadaman listrik dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa minggu tergantung pada sifat pemadaman dan konfigurasi jaringan.

Pemadaman listrik dapat menghentikan berbagai jenis aktivitas, salah satunya di rumah sakit karena banyak alat kesehatan yang mengandalkan listrik untuk berfungsi dan tugas lainnya membutuhkan listrik.

Rumah sakit saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah mengingat kondisi pandemi saat ini. Oleh karena itu, banyak rumah sakit memiliki generator listrik yang digerakkan oleh bahan bakar diesel dan diatur untuk menyala secara otomatis jika terjadi gangguan suplai daya eksternal.

Di Indonesia, pemadaman listrik sering terjadi di beberapa daerah seperti Jawa, Kalimantan, Papua dan masih banyak lagi. Untuk mengantisipasi pemadaman listrik, memiliki genset bisa menjadi solusi.

Berikut beberapa jenis genset yang dapat digunakan saat listrik mati. Yuk simak penjelasannya.

Daya Berkelanjutan

Kapasitas Kontinu adalah beban konstan yang dapat ditanggung generator secara terus menerus (kontinu).

Beban konstan artinya beban relatif stabil, tidak berubah dan memiliki beban kejut yang minimal. Dalam kondisi seperti ini, genset bisa dijalankan 24/7, kecuali untuk perawatan.

Biasanya kapasitas kontinu yang terdaftar adalah 90-95% dari kapasitas utama. Misal seperti ini, misal kapasitas Prime dicantumkan sebagai 100 KVA, maka kapasitas kontinu dapat didaftar 90-95 KVA). Idealnya, genset hanya dibebani 70-80% dari kapasitas Kontinu yang terdaftar.

Daya Kontinyu adalah nilai daya genset yang dapat digunakan secara konstan 100% dan tanpa batasan waktu.

Kapasitas generator kontinu digunakan untuk pemilihan generator yang akan digunakan secara kontinyu, seperti menjalankan motor elektro atau dinamo, pompa dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Kekuatan Utama / Kapasitas Utama

Prime Power adalah kapasitas beban yang diharapkan dapat ditanggung oleh genset tanpa batas.

Beban juga dapat berfluktuasi karena beban kejut, tetapi total beban diharapkan berada dalam kisaran 60-70% dari nilai kapasitas Utama yang terdaftar.

Jika kita tidak menanyakan kepada teknisi atau vendor mengenai jenis kapasitas genset, biasanya vendor akan menggunakan Prime Power sebagai dasar untuk melakukan penawaran.

Dalam kondisi ini, genset dapat bekerja 24 jam sehari – 7 hari seminggu (24/7), tanpa henti, kecuali untuk perawatan rutin.

Namun jika ingin menggunakan 100% dari nilai kapasitas Prime sebaiknya genset tidak digunakan lebih dari 8 jam sehari. Jadi misalnya Prime capacity yang disebutkan adalah 100 KVA, maka generator dapat digunakan pada range 60-70 KVA dengan asumsi akan terjadi fluktuasi beban atau beban kejut.

Namun, jika genset diharapkan mampu menahan beban kejut 100 KVA +, lebih baik membatasi penggunaan genset hingga 8 jam sehari.

Prime Power atau biasa disebut Prime Capacity adalah nilai daya genset yang dapat digunakan tanpa batas waktu (24 jam 7 hari dalam seminggu), dengan penggunaan beban variabel rata-rata tidak melebihi 80%.

Artinya, generator yang memiliki nilai daya prima dapat digunakan sebagai sumber energi utama listrik, misalnya di pertambangan, perkebunan, pengeboran minyak lepas pantai, dan pulau-pulau terpencil yang tidak ada sumber listriknya dari PLN.

Jadi ketika ingin memiliki Genset dengan tujuan menjadi sumber utama listrik maka harus memperhatikan kapasitas Prime Power.

Daya Lari Waktu Terbatas

Daya Lari Waktu Terbatas atau LTP merupakan keluaran maksimum yang dapat dihasilkan oleh suatu genset dengan kondisi tertentu, dengan batas maksimum 500 jam / tahun, dengan jadwal perawatan dan pengoperasian yang telah ditentukan oleh masing-masing pabrik mesin.

Daya Siaga

Standby Power atau Standby Capacity adalah kapasitas genset dengan pertimbangan genset jarang digunakan sehingga mempunyai banyak waktu untuk istirahat (pendinginan).

Dengan asumsi seperti itu, kapasitas Stand By yang terdaftar bisa jadi 5-10% lebih besar dari kapasitas Prime yang terdaftar, misalnya kapasitas Prime adalah 100 KVA, jadi kapasitas Stand By yang terdaftar bisa berkisar antara 105-110 KVA.

Generator yang digunakan berdasarkan kapasitas Stand By-nya tidak boleh menanggung beban lebih besar dari kapasitas Stand By yang dinyatakan.

Jika digunakan untuk mengangkut beban 100% dari kapasitas Stand By yang ditentukan, generator hanya boleh bekerja selama 1 jam, dan tidak lebih dari 200 jam per tahun.

Pada prinsipnya, setiap genset dirancang untuk menanggung beban sesuai dengan Kapasitas Utama. Jika terpaksa memikul beban lebih besar dari kapasitas Prima (kapasitas Stand By), ia masih bisa selama tidak terlalu sering dan terlalu lama.

Namun jika diberi beban yang ringan dan stabil (Continuous capacity), ia bisa berjalan terus menerus tanpa perlu istirahat.

Standby Power dapat digunakan untuk menentukan genset mana yang digunakan hanya pada saat keadaan darurat atau saat sumber listrik padam, seperti di hotel, rumah sakit, gedung perkantoran, apartemen dan ruko.

Generator Listrik Alternator (AC)

Pada bagian dalam generator listrik alternator (AC), kutub magnet yang berlawanan saling berhadapan, akibatnya diantara kedua kutub magnet tersebut menghasilkan medan magnet.

Dalam suatu medan magnet terdapat sebuah kumparan yang selalu berputar pada porosnya. Karena kumparan ini selalu berputar maka besarnya gaya magnet yang masuk ke dalam kumparan akan bervariasi pula.

Sifat arus listrik yang dihasilkan oleh generator AC ini memiliki jenis arus bolak-balik dengan bentuk seperti gelombang.

Besarnya amplitudo tergantung pada kekuatan medan magnet, jumlah lilitan kawat dan juga luas penampang kumparan serta frekuensi perputaran kumparan sama dengan frekuensi gelombang.

Generator Listrik Dynamo (DC)

Sebenarnya prinsip kerja generator listrik DC sangat mirip dengan prinsip kerja generator listrik AC.

Perbedaan nyata hanya pada keluarannya. Generator listrik DC ini menggunakan split ring atau yang biasa disebut komutator.

Komutator ini memungkinkan arus listrik yang diinduksi dialirkan ke rangkaian listrik berupa arus listrik DC meskipun kumparan di dalamnya menghasilkan arus listrik AC.

Tidak Perlu Khawatir Lagi Saat Matikan

Jadi Anda tidak perlu khawatir lagi jika rumah atau tempat kerja Anda mengalami mati lampu. Beberapa rekomendasi genset di atas dapat menjadi solusi untuk Anda.

Baca:  Apa Itu Program Tambah Daya Listrik PLN?

Postingan Saat listrik mati melanda, semua aktivitas terhambat muncul pertama kali di DPS Power.