‘Saling Hantam’ saat Pilkada, Itu Gaya Politik Tempoe Doloe

‘Saling Hantam’ saat Pilkada, Itu Gaya Politik Tempoe Doloe

Sumber: Hulondalo.id

Hulondalo.id – Perkembangan teknologi membuat masyarakat saat ini semakin melek informasi, termasuk urusan politik. Jadi akan sangat keliru, jika masih banyak yang menggunakan cara lama, untuk merebut simpati rakyat saat musim pemilu.

Salah satu metode lama yang dimaksud adalah & # 39; bakuhantam & # 39; di media, dengan menggunakan berbagai isu yang sengaja dibangun untuk menyudutkan lawan. Apalagi isu yang dipilih adalah isu yang menyerang lawannya secara pribadi, bahkan cenderung fitnah.

Gaya seperti itu bisa menjadi bomberang. Alih-alih mendapat simpati, masyarakat justru muak dengan sikap tokoh yang kerap memainkan isu murahan.

Publik dapat berasumsi bahwa kandidat tersebut kurang kreatif atau merasa kalah sebelum dia memasuki pertarungan yang sebenarnya. Ingat, khusus untuk Gorontalo, budaya masyarakatnya sedikit berbeda dengan daerah lain yang nilai kesopanannya masih tinggi.

Boleh diserang, tapi penyerangannya harus pintar. Seperti memperebutkan konsep bagaimana menyejahterakan masyarakat, atau lebih spesifiknya meminta suara para milenial, dengan membuat konsep program yang sederhana dan modern.

Sedangkan gaya bakuhantam tidak ada gunanya bagi masyarakat.

Kalaupun ada kritik atau masukan, sampaikan dengan cerdas, dan lebih baik yang dikritik itu masalah kinerja, bukan masalah pribadi.

Jika membongkar masalah pribadi, semua orang pasti punya masalah. Terakhir, Pilkada bukan lagi ajang pamer ide-ide untuk kemaslahatan umat, melainkan ajang memanjakan aib orang lain. (**)

Artikel & # 39; Saling Memukul & # 39; Saat Pilkada, Begitulah Gaya Politik Tempoe Doloe terbit pertama kali di Hulondalo.id. Hak Cipta oleh Hulondalo.id.

Baca:  Rakorcab PDIP Kabupaten Blitar, Rapatkan Barisan Menangkan Rijanto-Marhaenis